Diamond Offshore merupakan perusahaan minyak dengan jaringan kantor perwakilan di Australia, Brasil, Mexico, Norwegia, Skotlandia, hingga Singapura. Perusahaan tercatat mempekerjakan lebih dari 2.500 orang.
Dalam 4-5 tahun terakhir, perusahaan mencatat kerugian dalam neraca keuangannya. Puncaknya, perusahaan merugi US$357 juta pada 2019 lalu. Kerugian ini dua kali lipat dibanding tahun sebelumnya. Selama lima tahun terakhir, perusahaan membukukan kerugian total US$1,2 miliar.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurut BankruptchyData.com, Diamond adalah perusahaan minyak kelima yang tercatat dalam bursa saham yang mengajukan pailit dalam 30 hari terakhir sejak penyebaran penyakit covid-19. Diperkirakan, jumlahnya akan terus meningkat.
Perusahaan kelas kakap Whiting Petroleum (WLL) juga telah mengajukan pailit pada 1 April. Perusahaan pernah naik daun dengan penjualan sebesar US$1,6 miliar per tahun.
Dalam cuitannya, Selasa (21/4), Trump menginstruksikan Sekretaris Departemen Energi dan Keuangan merumuskan rencana penyediaan dana guna membantu perusahaan minyak dan gas.
Trump tidak memberi penjelasan lebih rinci, namun menjelaskan tujuan agar perusahaan dan pekerja aman dalam jangka waktu yang panjang.
Sehari sebelumnya harga minyak AS jatuh hingga minus untuk kali pertama. Hal itu disebabkan kelebihan pasokan seiring melemahnya permintaan di tengah pandemi corona.
[Gambas:Video CNN]
(bir/agt)