Mengutip Antara, Rabu (29/4), minyak mentah berjangka Brent untuk pengiriman Juni naik US$0,47 atau 2,3 persen ke posisi US$20,46 per barel. Sementara, minyak mentah berjangka West Texas Intermediate (WTI) untuk pengiriman Juni melemah US$0,44 atau 3,4 persen ke US$12,34 per barel.
Pelemahan dipicu oleh data kenaikan stok domestik yang tak setinggi perkiraan meski 16 negara bagian AS disebut akan membuka kembali bisnisnya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Tak hanya dihadapkan dengan merosotnya produksi minyak mentah AS, produsen serpih juga dihantam oleh berakhirnya perjanjian pembelian dengan perusahaan jasa.
Kepala Eksekutif BP Bernard Looney bilang, perusahaannya memperkirakan penurunan permintaan minyak global sebesar 15 juta barel per hari (bph) pada kuartal kedua 2020 akibat pembatasan pergerakan di tengah pandemi virus corona.
"Meski upaya gila-gilaan untuk mengurangi produksi, pemangkasan lebih lanjut akan diperlukan dalam beberapa minggu mendatang sebelum harga terendah betul-betul dipertimbangkan," kata Presiden Ritterbusch and Associates Jim Ritterbusch dalam laporannya.
[Gambas:Video CNN]
(wel/sfr)