Mengutip Antara, Kamis (30/4), minyak mentah berjangka Brent untuk pengiriman Juni naik US$2,08 atau 10,7 persen ke posisi US$22,54 per barel. Sementara, minyak mentah berjangka West Texas Intermediate (WTI) untuk pengiriman Juni bertambah US$2,72 atau 22,04 persen ke US$15,06 per barel.
Diketahui, kenaikan stok minyak mentah AS lebih rendah dari ekspektasi para pedagang, sementara bensin mencatatkan kenaikan drastis. Ini menjadi sinyal positif akan pemulihan konsumsi bahan bakar setelah beberapa negara Eropa dan sebagian negara bagian AS kembali memperbolehkan aktivitas ekonomi.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Lihat juga:LSM Sebut Harga BBM di RI Kemahalan |
Bob pun khawatir pelambatan yang telah menunda penyimpanan minyak mentah AS dari pengisian penuh akan kembali menekan harga minyak ke posisi negatif.
Tercatat, permintaan bensin selama empat minggu terakhir turun 44 persen dari permintaan periode sama tahun sebelumnya. Sementara, permintaan bahan bakar secara keseluruhan mengalami penurunan sebesar 28 persen dalam empat minggu terakhir.
[Gambas:Video CNN]
Dilaporkan oleh konsultan Eystad Energy, produsen serpih AS mengurangi produksi minyak mentah sebesar 300 ribu barel per hari (bph) untuk periode Mei hingga Juni.
"Selama kita melihat pembukaan dalam ekonomi, kita tidak akan melihat kejatuhan seperti yang kita lihat seminggu yang lalu. Tapi pasar yang kembali ke masa sebelum krisis akan sulit didapat," pungkas Wakil Presiden Riset Pasar Tradition Energy Gene McGillian.