Bantuan itu terdiri dari 6.400 pakaian Alat Pelindung Diri (APD), 46 ribu masker medis, 20 ribu sarung tangan, seribu cover sepatu, 440 botol hand sanitizer, juga suplemen, penutup wajah, disinfektan, dan uang sebesar Rp588,8 juta. Ada pula bantuan berupa mi instan dan beras sebanyak 2,5 ton yang diberikan kepada pihak yang membutuhkan.
"Bantuan APD ini disampaikan ke rumah sakit, mengingat masih adanya keterbatasan ketersediaan APD dan alat kesehatan. Ke depannya, Kemendag Peduli juga akan menyalurkan bantuan ke berbagai pihak yang bernar-benar membutuhkan di berbagai daerah, khususnya enam provinsi yang merupakan zona merah, termasuk wilayah DKI Jakarta," kata Oke Nurwan selaku Ketua Kemendag Peduli.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Khusus untuk DKI Jakarta, bantuan akan diberikan ke 20 unit pasar rakyat termasuk Pasar Kramat Jati. Bantuan sosial untuk pasar rakyat diberikan Kementerian Perdagangan kepada 157 pasar rakyat di enam provinsi, yaitu DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Banten, dan DIY Yogyakarta.
Agus mengungkapkan, Kemendag Peduli akan melanjutkan penyaluran bantuan ke provinsi lain, juga kepada masyarakat umum yang terdampak dan lembaga penyalur donasi yang terakreditasi. Ia mengajak seluruh pegawai dan masyarakat untuk berkontribusi lewat laman https://peduli.kemendag.go.id/, di mana donatur dapat memonitor jumlah donasi yang masuk dan yang telah tersalurkan. (rea)