Ia memaparkan bahwa sejalan dengan adanya penghematan anggaran di Kementerian Pertanian, Ditjen PKH juga melakukan penghematan sebesar Rp802 miliar, dari pagu semula Rp2,022 triliun menjadi Rp1,21 triliun.
"Dalam perencanaan Ditjen PKH Tahun Anggaran 2020 selalu mengacu pada rambu-rambu penghematan, sesuai peraturan perundang-undangan yang berlaku. Pemotongan anggaran meliputi belanja perjalanan dinas, pertemuan-pertemuan dan belanja barang lainnya secara proporsional untuk mendukung prioritas kegiatan dan penanganan Covid-19, di antaranya untuk memfasilitasi bantuan sapi, kambing, domba, ayam dan babi kepada kelompok masyarakat yang tersebar di seluruh Indonesia," ujar Ketut di Jakarta, Sabtu (2/5).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sementara untuk kelompok peternak, anggaran dialokasikan di Sulawesi Selatan, Sulawesi Barat, Nusa Tenggara Barat, Bali, Aceh, Kalimantan Timur, dan Kalimantan Barat dengan harga satuan per ekor Rp58.538. Rinciannya, ayam lokal umur empat minggu dan biaya distribusi sebesar Rp30.000, pakan seberat 2,5 kg seharga Rp17.500 untuk dua bulan, obat-obatan seharga Rp1.500, bantuan pembuatan kandang sebesar Rp.4.400, serta biaya operasional meliputi CPCL, pendampingan, dan bimbingan teknis sebesar Rp5.138.
Ditjen PKH juga akan memberi bantuan paket ternak babi kepada kelompok ternak sebanyak 550 ekor, dengan total anggaran Rp5,03 miliar. Bantuan didistribusikan ke Provinsi Papua, Kalimantan Barat, dan Sulawesi Utara.
Ketut menambahkan bahwa karena faktor geografis dan tingkat kesulitan saat pendistribusian, satuan biaya paket bantuan antara Papua dengan wilayah lain akan berbeda. Di Papua, harga satuan paket pekerjaan per ekor adalah Rp13.115.000, meliputi ternak babi dan distribusi sebesar Rp10 juta, pakan seberat 120 kg/ekor sebsar Rp2.160.000 untuk dua bulan, biaya pembuatan kandang sebesar Rp100 ribu/ekor, dan biaya operasinal sebesar Rp830 ribu.
Di luar Papua, harga satuan paket pekerjaan per ekor sebesar Rp4.385.000, meliputi ternak babi dan distribusi Rp3 juta, pakan seberat 120 kg/ekor R970 ribu untuk dua bulan, iaya pembuatan kandang sebesar Rp100 ribu/ekor, dan biaya operasinal sebesar Rp315.000.
Ketut mengatakan, dari rincian tersebut, jumlah alokasi pengadaan babi dan komponen pendukungnya untuk di wilayah Papua sebanyak 300 ekor babi adalah senilai Rp3,93 miliar, dan sebesar Rp1,10 miliar untuk 250 ekor di luar Papua. Sehingga, harga rata-rata paket bantuan pengadaan babi dan komponen pendukungnya senilai Rp9.146.000/ekor.
"Demikian penjelasan ini disampaikan untuk diketahui, yang pada prinsipnya kegiatan ini semua kami usulkan untuk membantu petani peternak pada situasi pandemik Covid-19," kata Ketut. (rea)