Kelanjutan proses tersebut salah satunya bisa dilihat dari proses penyusunan rencana induk (master plan) pembangunan ibu kota baru.
Menjelang akhir Maret lalu, Bappenas menggelar lelang penyusunan rencana induk (master plan) pembangunan ibu kota baru. Padahal sebelumnya Presiden Joko Widodo (Jokowi) ingin pemerintah fokus pada penanganan pandemi corona di Indonesia.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Setelah itu, proses akan dilanjut dengan pembukaan dokumen penawaran pada 30 April 2020 dan evalausi penawaran dari 30 April sampai 6 Mei 2020.
Pada 7-8 Mei 2020 nanti, Bappenas akan melakukan klasifikasi teknis dan negosiasi. Selanjutnya, penandatanganan kontrak ditargetkan berlangsung pada 11-14 Mei 2020.
[Gambas:Video CNN]
CNNIndonesia.com berusaha menghubungi Menteri PPN/Kepala Bappenas Suharso Monoarfa dan Staf Ahli Bappenas sekaligus Ketua Tim Kajian Pemindahan Ibu Kota Imron Bulkin untuk mengklarifikasi lelang tersebut. Namun, sampai berita ini diturunkan, mereka belum memberikan respons.
Tapi, Deputi Pengembangan Regional Bappenas Rudy Soeprihadi Prawiradinata beberapa waktu lalu menyatakan pembangunan ibu kota baru memang tetap berjalan meski ada virus corona, termasuk persiapan master plan. Namun, proses bergeser dari jadwal.
Menurutnya, justru hal ini bisa membuat pemerintah menyiapkan master plan dengan lebih matang meski ada penundaan di lapangan.
"Semua prioritas nasional tetap berjalan, termasuk IKN tetap berjalan. Kami pertajam penyelesaian master plan, urban desain, masih difinalkan," katanya dalam keterangan resmi, dikutip Senin (4/5).
Hanya saja, ia memperkirakan jadwalnya agak mundur. Misalnya, penyusunan master plan mulanya ditargetkan rampung pada Juni-Juli 2020, kini perkiraannya baru selesai pada akhir tahun.
(uli/agt)