Sementara inflasi secara tahun berjalan (year-to-date/ytd) sebesar 0,84 persen. Sedangkan secara tahunan (year-on-year/yoy) mencapai 2,67 persen pada April 2020.
"Inflasi ini tidak biasa dari pola sebelumnya, biasanya memasuki ramadan inflasi meningkat, sekarang melambat menjadi 0,08 persen. Begitu juga dengan inflasi yoy sebelumnya 2,83 persen menjadi 2,67 persen. Ini karena kondisi yang tidak biasa di tengah pandemi covid-19," ujar Kepala BPS Suhariyanto, Senin (4/5).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Inflasi dari bawang merah andil 0,08 persen, gula pasiar 0,02 persen, minyak goreng, rokok kretek, rokok putih, dan beras andilnya 0,01 persen," katanya.
Kendati begitu, ada penurunan harga sehingga menyumbang deflasi di antara cabai merah andilnya 0,08 persen, daging ayam ras 0,05 persen, dan bawang putih 0,02 persen.
Andil inflasi tinggi juga berasal dari kelompok kesehatan sebesar 0,01 persen dengan inflasi 0,23 persen. Lalu, inflasi kelompok penyediaan makanan dan minuman/restoran 0,18 persen dengan andil 0,02 persen.
Kemudian, inflasi kelompok pakaian dan alas kaki 0,04 persen dengan andil nol persen, kelompok rekreasi, olahraga, dan budaya 0,03 persen dengan andil nol persen, dan kelompok pendidikan nol persen dengan andil nol persen.
Sementara inflasi kelompok transportasi dan informasi, komunikasi, dan jasa keuangan justru deflasi. Deflasi kelompok transportasi mencapai 0,42 persen dengan andil minus 0,05 persen dan kelompok informasi, komunikasi, dan jasa keuangan deflasi 0,09 persen dengan andil minus 0,01 persen.
Lihat juga:BI Akui Punya Peluang Turunkan Suku Bunga |
Berdasarkan komponennya, inflasi terjadi berkat sumbangan dari inflasi inti sebesar 0,17 persen dan andil 0,11 persen. "Umumnya berasal dari kenaikaan harga emas perhiasan dengan andil 0,06 persen," katanya.
Sedangkan komponen harga diatur pemerintah (administered price) deflasi 0,14 persen dan andil minus 0,02 persen. Lalu, komponen bergejolak (volatile foods) dengan deflasi 0,09 persen dan andil minus 0,01 persen.
Komponen volatile foods, terdiri dari komponen energi dengan inflasi 0,13 persen dan andil 0,01 persen serta komponen bahan makanan dengan deflasi 0,13 persen dan andil minus 0,02 persen.
[Gambas:Video CNN]
Berdasarkan wilayah, inflasi terjadi di 39 kota dari 90 kota IHK. Sementara 51 kota lainnya mengalami deflasi.
Inflasi tertinggi terjadi di Bau-bau sebesar 0,88 persen dan terendah di Cirebon, Depok, dan Balikpapan 0,02 persen. Sedangkan deflasi tertinggi di Pangkal Pinang sebesar 0,92 persen dan terendah di Bogor dan Semarang 0,02 persen.
"Pangkal Pinang karena penurunan tarif angkutan udara," tuturnya.