Sementara kurs referensi Bank Indonesia (BI), Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) menempatkan rupiah di posisi Rp15.073 per dolar AS atau menguat dari sebelumnya yang sebesar Rp15.157 per dolar AS.
Pergerakan rupiah hampir sama dengan mayoritas mata uang di Asia. Won Korea Selatan terkoreksi 0,66 persen, ringgit Malaysia 0,3 persen, rupee India 0,82 persen, peso Filipina 0,01 persen, dan dolar Singapura 0,07 persen.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Lihat juga:IHSG Keok ke 4.605 Dipicu Aksi Ambil Untung |
Rubel Rusia terpantau minus 0,26 persen, franc Swiss 0,28 persen, euro Eropa 0,41 persen, dolar Kanada 0,2 persen, poundsterling Inggris 0,65 persen, dan dolar Australia 0,16 persen.
"Indeks dari Markit menggunakan angka 50 sebagai batas, di bawah 50 artinya kontraksi dan di atas 50 artinya ekspansi. Data terbaru itu menunjukkan kontraksi sektor manufaktur Indonesia semakin dalam," ucap Ibarahim dalam risetnya.
[Gambas:Video CNN]
Menurut laporan IHS Markit, penyebab turunnya anjloknya PMI manufaktur Indonesia adalah kebijakan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) oleh sejumlah pemerintah daerah (pemda) dalam memerangi penyebaran virus corona di dalam negeri.
"Kontraksi sektor manufaktur di Indonesia semakin dalam, akibatnya rupiah semakin terpuruk," kata Ibrahim.
Selain itu, data inflasi April 2020 yang dirilis Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan angka yang berbeda dibandingkan periode yang sama pada tahun-tahun sebelumnya. BPS mencatat inflasi April 2020 sebesar 0,08 persen secara bulanan dan 2,67 persen secara tahunan.
"Rendahnya inflasi tersebut menjadi salah satu indikasi penurunan daya beli masyarakat menurun akibatnya banyaknya pemutusan hubungan kerja (PHK) serta penerapan PSBB," pungkas Ibrahim.