Seperti dilansir Forbes, kekayaan gabungan mereka hanya turun lima persen menjadi US$168 miliar atau sekitar Rp2.520 triliun (asumsi kurs Rp15 ribu per dolar AS) sejak penghitungan yang terakhir kali dilakukan pada Maret 2019.
Dari 50 orang dalam daftar tersebut tercatat 28 orang yang nilai kekayaan bersihnya menurun. Kekayaan taipan ritel, Tadashi Yanai, termasuk yang menyusut US$2,6 miliar (Rp39,4 triliun).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Di luar itu, terdapat 17 orang dari daftar tersebut yang justru bertambah kaya. Kekayaan pendiri perusahaan pembuat sensor dengan mereka Keyence, Takemitsu Takizaki, bertambah US$1,2 miliar menjadi US$19,8 miliar.
Sementara itu, pendiri sistem teknologi informasi Obic, Masahiro Noda nilai kekayaannya naik US$3,14 miliar seiring kenaikan saham Obic sebesar 32 persen.
[Gambas:Video CNN]
Saat ini, Jepang tengah mengantisipasi penurunan pertumbuhan ekonomi akibat pandemi covid-19. Hal itu tak lepas dari dampak dari pemberlakuan darurat nasional virus corona dan ditundanya gelaran Olimpiade Tokyo 2020 ke tahun depan.
Penurunan pertumbuhan ekonomi itu akan tetap terjadi meskipun Perdana Menteri Jepang, Shinzo Abe, telah meluncurkan paket stimulus senilai US$989 miliar atau sekitar Rp 16,3 triliun pada awal April lalu.
(jal/sfr)