Kepala BPS Suhariyanto mengatakan tingkat pengangguran pada Februari 2020 tercatat sebesar 4,9 persen. Angka tersebut turun tipis dibandingkan Februari 2019 yang sebesar 5,01 persen.
"Ini sangat flat (stagnan) sekali kalau dibanding pattern (pola) sebelumnya," ujarnya melalui video conference, Selasa (5/5).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pengangguran paling banyak berasal justru dari usia muda, yakni 15-24 tahun sebesar 16,28 persen. Lalu, pengangguran terendah dari kelompok usia 60 tahun hanya 1,08 persen.
"Bisa disadari mereka baru lulus dan masih dalam mencari kerja, sehingga pengangguran tertinggi di kelompok usia muda," jelasnya.
"Namun, kondisi ketenagakerjaan Indonesia ini posisi Februari 2020 sebelum pemerintah mengumumkan temuan pandemi covid-2020 di Indonesia," jelasnya.
Ia mengungkap terjadi penurunan pekerja di beberapa sub sektor, meliputi perdagangan besar dan eceran, industri pengolahan, transportasi dan pergudangan, dan penyediaan akomodasi, makanan dan minuman.
"Terdapat beberapa provinsi dengan destinasi wisata tingkat penganggurannya naik," imbuh Suhariyanto.
Menteri Ketenagakerjaan Ida Fauziyah menuturkan jumlah tersebut terdiri dari 1,7 juta orang yang sudah terdata dan 1,2 juta orang yang masih dalam proses validasi data.
Rinciannya, pekerja formal yang terkena PHK 375.165 orang, pekerja formal yang dirumahkan 1,32 juta orang, pekerja informal yang terdampak sebanyak 314.883 orang.
"Jadi total 1.722.958 orang yang terdata secara baik. Ada ada 1,2 juta yang akan terus kami lakukan validasi datanya," tandasnya belum lama ini.
[Gambas:Video CNN]
(ulf/bir)