Berdasarkan data Antam, harga jual emas berukuran 0,5 gram senilai Rp481 ribu, 2 gram Rp1,77 juta, 3 gram Rp2,64 juta, 5 gram Rp4,38 juta, 10 gram Rp8,7 juta, 25 gram Rp21,65 juta, dan 50 gram Rp43,23 juta. Kemudian, harga emas berukuran 100 gram senilai Rp86,4 juta, 250 gram Rp215,75 juta, 500 gram Rp431,3 juta, dan 1 kilogram Rp862,6 juta.
Harga jual emas tersebut sudah termasuk Pajak Penghasilan (PPh) 22 atas emas batangan sebesar 0,45 persen bagi pemegang Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP). Bagi pembeli yang tidak menyertakan NPWP memperoleh potongan pajak lebih tinggi sebesar 0,9 persen.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Analis sekaligus Kepala Riset Monex Investindo Ariston Tjendra memperkirakan harga emas di pasar internasional akan bergerak di kisaran US$1.680 sampai US$1.720 per troy ons dengan kecenderungan stabil pada hari ini. Harga emas dipengaruhi beberapa sentimen.
"Harga emas juga terlihat masih bergerak di kisaran yang sama selama dua hari terakhir karena sentimen yang saling tarik menarik," ujar Ariston kepada CNNIndonesia.com, Rabu (6/5).
Pertama, pelaku pasar masih cukup khawatir dengan pandemi virus corona atau Covid-19 yang akan terus menekan pertumbuhan ekonomi. Kedua, pasar khawatir pelonggaran penutupan akses wilayah (lockdown) di beberapa negara justru menambah kasus positif baru.
"Selain itu, ketegangan antara AS dan China juga menjadi kekhawatiran pasar karena bisa memicu perang dagang baru," ungkapnya.
Ketiga, kebijakan pelonggaran lockdown sejatinya memberi harapan bagi sebagian pelaku pasar bahwa ekonomi akan pulih. Keempat, harga minyak mentah WTI terus meningkat ke kisaran di atas US$20 per barel setelah beberapa waktu lalu terkontraksi.
"Ini karena pemangkasan produksi sudah dimulai dan ini sebagai indikasi awal pulihnya demand," ucapnya.
Pertama, pelaku pasar masih cukup khawatir dengan pandemi virus corona atau Covid-19 yang akan terus menekan pertumbuhan ekonomi. Kedua, pasar khawatir pelonggaran penutupan akses wilayah (lockdown) di beberapa negara justru menambah kasus positif baru.
"Selain itu, ketegangan antara AS dan China juga menjadi kekhawatiran pasar karena bisa memicu perang dagang baru," ungkapnya.
Ketiga, kebijakan pelonggaran lockdown sejatinya memberi harapan bagi sebagian pelaku pasar bahwa ekonomi akan pulih. Keempat, harga minyak mentah WTI terus meningkat ke kisaran di atas US$20 per barel setelah beberapa waktu lalu terkontraksi.
"Ini karena pemangkasan produksi sudah dimulai dan ini sebagai indikasi awal pulihnya demand," ucapnya.
[Gambas:Video CNN]
(uli/agt)