"Coba kita lihat beberapa negara yang alami kontraksi, tumbuh negatif," ujar Jokowi saat membuka sidang kabinet pada Rabu (6/5).
Jokowi merinci ekonomi China turun 6,8 persen dari sebelumnya 6 persen. Artinya, selisih penurunan kinerja ekonominya mencapai 12,8 persen.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Ini hati-hati mengenai Indeks Manufaktur Indonesia, agar dicarikan solusi dan jalan agar kontraksi ini bisa diperbaiki," ujarnya.
Dari sisi pengeluaran, konsumsi rumah tangga juga melambat. Pertumbuhan konsumsi rumah tangga pada kuartal I turun dari 5,02 persen ke 2,84 persen. Pertumbuhan belanja pemerintah juga melambat dari 4,22 persen ke 3,74 persen dan konsumsi LNPRT kontraksi minus 4,91 persen.
"Karena itu, penyaluran bansos dari pemerintah pusat, pemda, atau dana desa, dan program padat karya tunai dalam minggu-minggu ini harus dipastikan sudah jalan di lapangan. Bansosnya sudah diterima masyarakat, program padat karya juga sudah jalan di lapangan," ujarnya.
[Gambas:Video CNN]
(pris/sfr)