Gubernur BI Perry Warjiyo mengakui capaian pertumbuhan ekonomi kuartal I 2020 lebih rendah dari target bank sentral yakni 4,4 persen.
"Secara keseluruhan bagaimana yang semula 2,3 persen? Tentu saja akan sedikit lebih rendah dari 2,3 persen dari realisasi di kuartal I 2020 yang ternyata lebih rendah," ujarnya melalui video conference, Rabu (6/5).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Dampak penanganan Covid-19 melalui PSBB, pembatasan mobilitas manusia berdampak pada pendapatan masyarakat, konsumsi masyarakat, produksi, investasi, dunia usaha, dan ekspor impor," ujarnya.
[Gambas:Video CNN]
Namun, lanjut Perry, dampak pembatasan sosial kepada ekonomi dapat ditahan melalui stimulus fiskal yang digelontorkan pemerintah. Diketahui, pemerintah menyiapkan dana sebesar Rp405,1 triliun untuk menangani dampak pandemi. Oleh sebab itu, BI meyakini ekonomi akan membaik di kuartal III dan IV 2020.
Sedangkan tahun depan, ia memprediksi pertumbuhan ekonomi bisa menembus 6,6 persen sampai 7,1 persen. Dengan catatan, defisit APBN dapat dijaga di rentang 3 persen-4 persen dari Produk Domestik Bruto (PDB). (ulf/agt)