Syahrul mengatakan distribusi pupuk ke petani akan tetap berjalan lancar di tengah pandemi virus corona mengingat pupuk termasuk kategori barang penting sehingga distribusi tidak boleh dihentikan meski sedang ada penerapan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB).
"Pupuk merupakan barang strategis yang berperan penting dalam menentukan kelancaran pembangunan nasional. Produksi dan distribusi harus terus berjalan," kata Syahrul seperti dikutip dari Antara, Rabu (6/5).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Saat ini, pengaplikasian pupuk bersubsidi cukup beragam, baik untuk budidaya tanaman pangan, hortikultura dan perkebunan. Tak hanya itu, pupuk subsidi juga dapat digunakan untuk hijauan pakan ternak hingga budidaya ikan.
Sebagai informasi, aturan pendistribusian pupuk bersubsidi diatur oleh Peraturan Menteri Perdagangan Nomor 15 Tahun 2013 tentang Pengadaan dan Penyaluran Pupuk Bersubsidi untuk Sektor Pertanian secara nasional mulai dari Lini I sampai dengan Lini IV. Kemudian, Peraturan Menteri Pertanian Nomor 47 Tahun 2017 tentang Alokasi dan Harga Eceran Tertinggi Pupuk bersubsidi.
Berdasarkan data Kementerian Pertanian, per 30 April 2020, jumlah pupuk bersubsidi yang sudah terserap mencapai 3,2 juta ton atau 40,78 persen dari 7,9 juta ton. Realisasi penyaluran pupuk subsidi terbesar di Jawa Timur yaitu sebanyak 674.345 ton. Lalu, Jawa Tengah sebanyak 546.034 ton, dan Jawa Barat 402.597 ton.
[Gambas:Video CNN]
(sfr/agt)