Pendapatan perusahaan anjlok sebesar 13,8 persen menjadi US$594,1 juta. Pasalnya, selain menutup gerai, Mattel pun terpaksa menghentikan manufaktur dan distribusi.
Dikutip dari AFP, perusahaan mainan tersebut mengaku saat ini kondisi manufaktur dan distribusi mulai pulih. Pasalnya, pusat produksi mainan di China mereka segera produksi kembali.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Saham Mattel turun 8,2 persen menjadi US$7,90 dalam perdagangan Selasa (5/5) kemarin. Selain Mattel, perusahaan AS lainnya seperti Walt Disney pun mengalami kehilangan yang sama.
Walt Disney kehilangan US$1,4 miliar atau setara dengan Ro21,19 triliun (dengan asumsi kurs Rp15.142 per dolar AS) karena pandemi virus corona.
Pasalnya, 12 belas taman hiburan Disney terpaksa tutup untuk mencegah penyebaran virus corona. Disney membukukan penurunan keuntungan sebesar 91 persen menjadi US$475 juta pada periode yang berakhir 28 Maret lalu.
[Gambas:Video CNN]
(agt/age/agt)