Yaitu, sesuai Surat Edaran (SE) Ketua Pelaksana Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Nomor 4 Tahun 2020 tentang Kriteria Pembatasan Perjalanan Orang Dalam Rangka Percepatan Penanganan Covid-19.
"Kami mendorong, mendukung dan meminta Garuda tetap mematuhi aturan yang dikeluarkan pemerintah dalam situasi yang saat ini terjadi. Tetap konsisten untuk tidak memberikan ruang bagi penumpang yang ingin mudik," ungkapnya lewat rekaman suara yang diterima oleh CNNIndonesia.com pada Rabu (6/5).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dalam keterangan terpisah, perseroan menegaskan mengacu pada ketentuan kriteria masyarakat yang dapat mengakses layanan transportasi pada masa pandemi covid-19.
Menurut Irfan, beroperasinya kembali penerbangan Garuda setelah komunikasi intensif bersama pemerintah dan otoritas terkait demi memastikan kesiapan kebutuhan layanan penerbangan.
"Selaras dengan misi berkesinambungan upaya pencegahan penyebaran covid-19 melalui implementasi protokol kesehatan yang jelas dan terukur, khususnya sebagaimana kebijakan yang diberlakukan otoritas terkait," jelas Irfan.
Ketika mencoba situs resminya, Garuda sudah menyediakan rute ke beberapa tujuan, seperti Bali yang tersedia untuk penerbangan Sabtu, 9 Mei 2020. Namun, hanya tersedia satu pilihan jam. Tiket dibanderol Rp1,7 juta untuk sekali jalan.
Keputusan penjualan tiket ini sejalan dengan pernyataan Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi yang mengizinkan transportasi tetap beroperasi di tengah pembatasan penyebaran virus corona. Namun, operasional terbatas untuk kebutuhan mendesak, seperti orang sakit, TKI dan tugas negara.
Budi Karya mengungkap melonggarkan transportasi untuk urusan pekerja pemerintah dan sektor swasta tertentu mulai Kamis (7/5).
[Gambas:Video CNN]
(wel/bir)