"Kami belum dapat 100 persen (data) 9 juta KK dari daerah. Yang sudah didapat (data) 7,8 juta KK sehingga masih ada daerah belum mengirimkan data jumlahnya sekitar 1,2 juta KK yang masih kami tunggu," ujar Juliari dalam konferensi pers virtual, Jumat (8/5).
Juliari mengungkapkan BLT itu diperuntukkan bagi warga yang terdampak virus corona di luar Jabodetabek. Nilanya, Rp600 ribu per bulan per KK selama tiga bulan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pemerintah, sambung Juliari, memberikan kelonggaran kepada pemerintah kabupaten/kota untuk memberikan data keluarga yang benar-benar terdampak corona di wilayahnya.
Dalam hal ini, Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) yang dimiliki Kementerian Sosial hanya sebagai referensi.
"Tidak harus menggunakan DTKS sebagai satu-satunya data untuk penerima bansos tunai. Kami berharap daerah, pemkab dan kota berikan data akurat sehingga bansos tunai bisa disalurkan secara tepat," ujarnya.
[Gambas:Video CNN]
(tst/sfr)