"Dari target 9 juta kepala keluarga, belum 100 persen dari daerah. Masih ada daerah-daerah yang belum mengirimkan datanya. Ini sudah diinformasikan agar segera kirim datanya 1,2 juta kepala keluarga yang masih tunggu dari daerah," imbuhnya, melalui Setkab, Minggu (10/5).
Progres BLT sendiri, sambung dia, untuk tahap pertama melalui rekening bank BUMN. Jumlahnya sudah sekitar Rp471,2 miliar atau kurang dari 9 persen. Adapun, penerima BLT melalui transfer rekening bank sebanyak 785 ribu kepala keluarga.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Bansos reguler terdiri dari dua program, yaitu program keluarga harapan (PKH) dan program sembako atau bantuan pangan non tunai (BPNT).
"Sesuai dengan keputusan presiden, untuk program PKH sejak Maret 2020 diperluas jadi 10 juta keluarga penerima manfaat dengan pencairan setiap bulan. Sebelumnya, pencairan PKH ini adalah setiap tiga bulan, tapi khusus mengantisipasi covid-19, pencairan kami buat setiap bulan," tutur dia.
[Gambas:Video CNN]
Kemudian, program sembako atawa BPNT dinaikkan dari 15,2 juta keluarga penerima manfaat menjadi 20 juta, dengan jumlah bantuan meningkat dari Rp150 ribu menjadi Rp200 ribu.
"Saat ini, sudah mencapai 17,9 juta keluarga penerima manfaat, sehingga masih kurang 2,1 juta untuk mencapai target 20 juta keluarga penerima manfaat. Insyaallah, akhir Mei ini, kami bisa mencapai 20 juta, seperti target program yang disepakati," jelasnya.
Kemudian, bansos nonreguler atau bansos yang terkait penanganan covid-19, ada dua program, yakni bansos sembako untuk wilayah Jabodetabek, dengan target 1,3 juta kepala keluarga untuk Jakarta dan 600 ribu kepala keluarga untuk Botabek.
Bansos lainnya, ia menambahkan diberikan untuk warga terdampak di luar Jabodetabek, yakni bansos tunai atau dulu dikenal sebagai Bantuan Langsung Tunai (BLT) sebesar Rp600 ribu per kepala keluarga per bulan. BLT diberikan selama tiga bulan dengan target penerima manfaat 9 juta kepala keluarga. (bir)