Menurut Basuki, paket itu seharusnya dikerjakan pada tahun ini, tetapi terpaksa ditunda. "Kami sampaikan bahwa kalau penundaan paket-paket kontraktual pada tahun ini harus menjadi prioritas pada 2021. Jadi, bukan dibatalkan, melainkan ditunda," ujarnya, dikutip dari Antara, Senin (11/5).
Ia memastikan seluruh pengerjaan proyek yang ditunda tahun ini akan menjadi prioritas pada 2021 mendatang. Namun, hal itu juga akan disesuaikan dengan kebutuhan di lapangan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Sedangkan untuk paket-paket proyek infrastruktur yang mengalami perubahan proyek single year contract (SYC) menjadi tahun jamak atau multi year contract (MYC), kemudian rekomposisi proyek MYC dan pengurangan atau penyesuaian pagu SYC tetap berjalan terus," imbuh Basuki.
Ia menambahkan Kementerian PUPR juga melakukan realokasi program dan anggaran sebesar Rp24,53 triliun pada 2020. Hal itu mengacu pada Inpres Nomor 4 Tahun 2020 tentang Refocusing Kegiatan, Realokasi Anggaran, serta Pengadaan Barang dan Jasa dalam Rangka Penanganan Corona Virus Disease 2019 (Covid-19).
[Gambas:Video CNN]
(aud/bir)