"Memang ada satu, dua, tiga yang berkaitan dengan data itu masih belum bisa diperbaiki," kata Jokowi, Rabu (13/5).
Namun, ia berjanji akan memperbaiki proses pendataan masyarakat penerima bansos pada pembagian BLT tahap kedua bulan depan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Untuk wilayah Jabodetabek tentu masih jauh dari kesempurnaan, kami juga terus update (perbarui) data," ujar Juliari.
Menurut dia, pembagian bansos pada tahap pertama masih banyak yang tumpang tindih. Karenanya, pihaknya terus melakukan koordinasi dengan pemerintah daerah (pemda).
[Gambas:Video CNN]
Selain itu, sejumlah pemerintah kota dan pemerintah kabupaten juga sempat menarik data yang disampaikan ke pemerintah pusat. Ini karena data yang diberikan belum menuliskan seluruh warga yang membutuhkan bantuan pemerintah.
"Ada cukup banyak kabupaten dan kota menarik lagi karena ada beberapa warga yang terdampak tapi belum didata. Proses masih berjalan terus," pungkasnya.
Sebelumnya, Kepala Bappenas Suharso Monoarfa mengungkapkan manipulasi data orang miskin kerap dilakukan pemerintah daerah. Manipulasi dilakukan demi mendapatkan bansos dari pemerintah pusat.
"Ketika ada pembagian bansos, pemerintah daerah pun mengatakan jumlah orang miskin bertambah," ucap Suharso dalam video conference, Selasa (12/5).
Namun, pengakuan berbeda mereka berikan tatkala pemerintah sedang mendata jumlah orang miskin untuk pendataan tingkat kemiskinan. Saat didata, maka sikap pemerintah daerah berubah. (aud/bir)