Suntikan dana segar tersebut rencananya digunakan untuk memperkuat operasi ritel kopi di Indonesia. Salah satunya akan meluncurkan produk baru. Ritel kopi ini berencana untuk menawarkan produk makanan dan minuman dari pedagang lokal serta mengembangkan cloud kitchens.
Selain itu, dana tersebut akan digunakan untuk melindungi karyawan di tengah pandemi covid-19.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ritel kopi dalam negeri ini berdiri pada 2017. Brand ini dinilai berhasil mengisi celah pasar antara kopi mahal yang disajikan di ritel kopi internasional dengan kopi instan yang dijual di banyak kios pinggir jalan.
Brand ini pun telah mengembangkan bisnis dari ritel grab-and-go yang sebelumnya berpusat pada kopi, menjadi lebih beragam dengan menambahkan berbagai varian favorit orang Asia Tenggara seperti Boba.
Di sisi lain, ritel kopi modern ini pun sedang beradaptasi menghadapi situasi pandemi virus corona. Perusahaan sudah menyediakan masker wajah, hand sanitizer serta alat pelindung untuk pelanggan dan karyawan di toko, juga menerapkan pemeriksaan suhu dan memberikan kartu kesehatan di setiap pengiriman.
"Kita sedang menghadapi krisis eksistensial terbesar di generasi ini. Sulit untuk mengetahui kapan industri-industri di Indonesia akan kembali normal, dan nanti, meski keadaan mulai membaik, bisnis akan menjadi sangat berbeda.," kata Edward Tirtanata, CEO Kopi Kenangan.
Saat ini, Kopi Kenangan mengoperasikan 324 toko di berbagai wilayah Indonesia dan menjangkau lebih dari satu juta pelanggan melalui aplikasi selulernya.
[Gambas:Video CNN]
(age/bir)