Pidato ini dinilai meningkatkan kekhawatiran akan permintaan minyak mentah. Mengutip Antara, Kamis (14/5), minyak mentah berjangka Brent untuk pengiriman Juli turun 79 sen atau 2,6 persen ke posisi US$29,19 per barel.
Sementara, minyak mentah berjangka West Texas Intermediate (WTI) untuk pengiriman Juni turun 49 sen atau 1,9 persen ke US$29,19 per barel.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Badan Informasi Energi (EIA) AS mengatakan pada pekan lalu stok minyak mentah AS turun 745 ribu barel jika dibandingkan dengan ekspektasi analis sesuai dengan jajak pendapat Reuters yang menunjukkan kenaikan 4,1 juta barel.
EIA pun merevisi ramalannya. Mereka memperkirakan permintaan minyak dunia turun sebesar 8,1 juta barel per hari (bph) pada 2020 menjadi 92,6 juta bph. Angka ini turun 5,2 juta bph dibandingkan perkiraan sebelumnya.
Sementara, Unit Statistik Departemen Energi AS memperkirakan produksi AS merosot sebesar 540 ribu bph jika dibandingkan perkiraan sebelumnya yaitu 470 ribu bph. EIA menambahkan, perkiraan produksi global yakni 11,7 juta bph dan 10,9 juta bph untuk 2021.
[Gambas:Video CNN]
(wel/bir)