Mengutip Antara, Jumat (15/5), minyak mentah berjangka Brent untuk pengiriman Juli naik US$1,94 atau 6,7 persen ke posisi US$31,13 per barel.
Sementara, minyak mentah berjangka West Texas Intermediate (WTI) untuk pengiriman Juni melonjak US$2,27 atau 9 persen ke US$27,56 per barel.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Permintaan bensin berkorelasi cukup baik dengan tingkat pekerjaan, dan sulit untuk melihat permintaan bensin kembali lebih banyak daripada yang ada," ujar mitra Again Capital LLC John Kilduff.
Badan Informasi Energi (EIA) menyebut persediaan minyak mentah AS turun untuk pertama kalinya dalam 15 minggu seiring dengan penurunan stok minyak mentah AS menjadi 531,5 juta barel pada perdagangan pekan lalu.
"Sementara, dinamika penawaran dan permintaan ini tentu saja mampu mendorong harga dalam waktu dekat, tingkat rekor potensial pasokan minyak mentah global akan tetap menjadi kekuatan yang harus diperhitungkan," kata presiden Ritterbusch and Associates Jim Ritterbusch, seperti dikutip dalam sebuah laporan.
Diketahui, Organisasi Negara-negara Pengekspor Minyak (OPEC) memperkirakan permintaan minyak global 2020 menyusut 9,07 juta bph, mengalami kontraksi yang lebih dalam dari perkiraan sebelumnya, yaitu 6,85 juta bph.
[Gambas:Video CNN]
(wel/bir)