BI merinci utang luar negeri ini berasal dari sektor publik (pemerintah dan bank sentral) sebesar US$183,8 miliar. Sementara itu, sisanya sebesar US$205,5 miliar berasal dari utang sektor swasta (termasuk BUMN).
Bank sentral menyatakan perlambatan pertumbuhan utang luar negeri disebabkan oleh penurunan utang luat negeri pemerintah. Tercatat, utang luar negeri pemerintah kuartal I 2020 sebesar US$181 miliar atau minus 3,6 persen.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Perkembangan ini dipengaruhi oleh kontraksi pertumbuhan utang luar negeri lembaga keuangan dan melambatnya pertumbuhan utang luar negeri perusahaan bukan lembaga keuangan. Rinciannya, utang luar negeri lembaga keuangan minus 2,3 persen dan utang luar negeri perusahaan bukan lembaga keuangan hanya tumbuh 7,6 persen.
Pangsa utang sektor tersebut mencapai 77,4 persen dari total utang luar negeri swasta. BI mengklaim utang luar negeri Indonesia secara keseluruhan bisa dibilang masih sehat.
Pasalnya, utang dikelola dengan prinsip kehati-hatian. Selain itu, kesehatan utang juga tercermin dari rasio utang luar negeri Indonesia terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) pada Februari 2020 yang sebesar 34,5 persen atau turun dari sebelumnya yang sebesar 36,2 persen.
"Di samping itu struktur utang luar negeri Indonesia tetap didominasi utang jangka panjang dengan pangsa pasar 88,4 persen dari total utang luar negeri," jelas BI.
[Gambas:Video CNN]
(aud/bir)