"Penyumbang utama deflasi antara lain komoditas telur ayam ras minus 0,09 persen," ungkap Direktur Eksekutif sekaligus Kepala Departemen Komunikasi BI Onny Widjanarko dalam keterangan resmi, Jumat (15/5).
Selain itu, penurunan harga juga terjadi di komoditas bawang putih minus 0,05 persen, cabai merah minus 0,04 persen, cabai rawit minus 0,03 persen, kangkung minus 0,01 persen, dan bayam minus 0,01 persen. Kemudian, juga disumbang oleh penurunan harga emas 0,02 persen.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sebelumnya, Gubernur BI Perry Warjiyo meyakini inflasi secara keseluruhan tahun ini tetap terjaga karena bank sentral nasional dan pemerintah pusat serta daerah melakukan berbagai hal untuk menjaga tingkat inflasi. Khususnya dengan menjaga pasokan komoditas dan arus penawaran (supply) serta permintaan (demand).
"Saya yakin korporasi tidak akan menaikkan harga karena pelemahan rupiah. Kami tidak melihat ada lonjakan harga karena pemerintah menjamin pasokan dan sudah antisipasi termasuk untuk Ramadan," ungkap Perry.
[Gambas:Video CNN]
(uli/age)