Direktur Utama BRI Sunarso mengatakan pinjaman itu berasal dari 13 bank asing. Ia mengklaim pinjaman 13 bank asing tersebut berbunga murah dengan rata-rata di bawah 2 persen.
"Kami jaga-jaga untuk menjaga likuiditas maka kami deal dengan bank-bank asing. Sudah terbentuk 13 bank yang berkomitmen untuk memberikan pinjaman US$1 miliar dengan rata-rata bunga di bawah 2 persen," ungkap Sunarso dalam video conference, Jumat (15/5).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Dana 112 triliun untuk memberikan restrukturisasi selama 12 bulan," imbuh Sunarso.
Ia merinci, perusahaan membutuhkan likuiditas sebesar Rp91 triliun untuk memberikan restrukturisasi berupa penundaan pokok. Kemudian, jumlah dana yang dibutuhkan BRI untuk memberikan relaksasi berupa penundaan atau pengurangan bunga sebesar Rp21 triliun.
[Gambas:Video CNN]
Sebagai informasi, BRI telah memberikan fasilitas restrukturisasi kepada 1,41 juta nasabah yang terdampak pandemi hingga 30 April 2020. Total kredit yang direstrukturisasi sebesar Rp101,23 triliun.
Perusahaan paling banyak memberikan keringanan kepada pelaku UMKM dengan jumlah nasabah sebanyak 1,38 juta dan nilai restrukturisasi sebesar Rp95,37 triliun. Sementara, nasabah non UMKM yang diberikan relaksasi sebanyak 24 ribu dengan nilai restrukturisasi Rp5,85 triliun. (aud/agt)