Rupiah melemah bersama beberapa mata uang Asia. Mulai dari ringgit Malaysia yang melemah 0,07 persen, yen Jepang minus 0,04 persen, yuan China minus 0,03 persen, hingga dolar Hong Kong minus 0,01 persen.
Sementara, mata uang Asia lain berhasil menguat dari dolar AS, seperti dolar Singapura 0,13 persen, baht Thailand 0,07 persen, peso Filipina 0,06 persen, won Korea Selatan 0,03 persen.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Wacana ini mengemuka dari Menteri BUMN Erick Thohir yang menyatakan bahwa pekerja di perusahaan pelat merah akan kembali masuk kerja mulai 25 Mei 2020 atau setelah lebaran.
Wacana ini lebih cepat dari perkiraan awal di mana kegiatan bisa berjalan lagi mulai 1 Juni 2020 setelah puncak pandemi corona yang diprediksi berakhir di penghujung Mei 2020.
Sementara dari global, pergerakan mata uang akan mendapat sentimen dari data ekonomi sejumlah negara yang masih cukup buruk di tengah pandemi corona.
Bahkan, pelonggaran penutupan wilayah (lockdown) di beberapa negara di Erapa dan AS justru menambah panjang kasus virus corona.
"Ini melemahkan optimisme investor dari sebelumnya mempercayai ekonomi akan segera kembali normal," tandasnya.
[Gambas:Video CNN]
(uli/bir)