"Tapi kemarin angka kematian naik lagi jadi 55 kasus. Jadi angka new cases kita fluktuatif," kata Faisal, Senin (18/5).
Keputusan untuk memberlakukan pelonggaran itu juga disebutnya harus didasari pertimbangan keilmuan, pendampingan ahli pandemi, dan basis data yang akurat.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Nanti di daerah mudik, mereka yang membawa virus itu akan berjejer di lapangan atau tenda untuk perawatan karena tidak ada cukup tempat. Dokter pun sudah lelah karena sudah dua bulan tidak pulang. Maka tolong empatinya juga bagi saudara kita yang sudah disiplin dua bulan," katanya.
Faisal pun berharap Presiden Joko Widodo (Jokowi) bisa menunjuk satu komandan yang benar-benar bisa memimpin penanganan wabah covid-19 di tanah air.
Sebelumnya Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Doni Monardo menyatakan bakal memberikan kesempatan pada kelompok usia di bawah 45 tahun untuk tetap bekerja di tengah pandemi virus corona.
Izin ini diberikan karena kelompok usia di bawah 45 tahun tidak rentan terpapar corona dan angka kematian dari kelompok usia tersebut hanya 15 persen dari 1.148 orang meninggal dunia hingga data hari Minggu (17/5). Sementara angka kematian tertinggi 45 persen dari kelompok usia 60 tahun ke atas.
[Gambas:Video CNN]
Sementara itu, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menegaskan pemerintah belum menetapkan aturan yang mengizinkan karyawan yang berusia di bawah 45 tahun masuk kantor kembali. Sejauh ini, pemerintah pusat masih mengkaji konsep new normal atau kenormalan baru di tengah penyebaran virus corona.
"Terkait pekerja 45 tahun belum ada usulan terkait dengan kriteria umur. Itu bukan merupakan kebijakan yang diambil pemerintah," terang Airlangga dalam video conference, Senin (18/5). (jal/sfr)