Chief Product & Partnership Officer (CPO) dan Co-founder Ruangguru Iman Usman mengatakan kabar itu tidak benar karena tidak ada 'deal-dealan' khusus antara pemerintah dengan delapan platform yang menjadi mitra kerja sama pemerintah dalam program ini. Tujuh platform lain, yaitu Tokopedia, Bukalapak, Mau Belajar Apa, Pintaria, Sekolahmu, Pijar Mahir, dan pelatihan.kemnaker.go.id.
"Ruangguru tidak menerima Rp 3,8 triliun dari program Kartu Prakerja. Dana yang diterima mitra platform digital tergantung pada pilihan peserta yang bebas memilih kelas pelatihan dari delapan mitra resmi platform digital Prakerja," ungkap Iman dalam keterangan resmi, Senin (18/5).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Ruangguru selalu mematuhi seluruh pedoman, peraturan dan kebijakan pemerintah Indonesia. Kami juga siap untuk berkoordinasi dengan lembaga pemerintah terkait, untuk memastikan implementasi program oleh Skill Academy by Ruangguru dilaksanakan sejalan dengan peraturan dan hukum yang berlaku," ujarnya.
Ia menegaskan peserta kartu prakerja memegang kendali penuh dalam menggunakan dana tersebut untuk memilih kelas atau program yang disediakan oleh mitra resmi platform digital di program kartu prakerja.
[Gambas:Video CNN]
Sebelumnya, muncul kabar di publik yang menyatakan bahwa para platform mitra kerja sama pemerintah dalam program kartu prakerja mendapat keuntungan sekitar Rp3,7 triliun.
Menurut perhitungan Ekonom INDEF Nailul Huda, dana yang diterima masing-masing platrom dari total anggaran Rp5,6 triliun mencapai Rp700 miliar per platform. Namun, keuntungan kemungkinan hanya sekitar Rp457 miliar karena dikurangi biaya pembuatan video program sebesar Rp243 miliar.
"Maka, keuntungan setiap platform mencapai Rp457 miliar atau (jika ditotal) keuntungan yang dinikmati oleh 8 platform untuk kartu prakerja adalah Rp3,7 triliun. Entah siapa lagi yang menikmatinya," katanya, akhir April 2020.
Menurut Nailul, jika keuntungan platform mitra Kartu Prakerja diberikan kepada penerima manfaat yang berhak. Seharusnya, besaran yang diterima per peserta kartu prakerja mencapai Rp2,9 juta dengan tambahan penerima manfaat sebanyak 1,3 juta orang.
"Total ada (estimasi) 6,9 juta penerima bantuan kartu prakerja," jelasnya.