Dilansir CNNInternational, pengurangan 6.700 karyawan ini setara dengan 25 persen total karyawan perusahaan yang berbasis di Amerika Serikat itu. Uber mengambil langkah drastis ini karena krisis yang dialami perusahaan akibat pandemi virus corona.
Uber pertama kali mengumumkan telah melakukan PHK 3.700 pegawai penuh waktu mereka sekitar dua pekan lalu. Pada Senin (18/5) waktu setempat, Uber kembali mengumumkan pengurangan 3.000 karyawan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Di luar masalah itu, layanan pesan antarmakanan Uber sebenarnya mengalami peningkatan. Meskipun peningkatan di sektor tersebut tidak mampu menutup kerugian yang dialami perusahaan selama pandemi virus corona.
"Jika ada kabar baik dari krisis ini, yaitu Eats [layanan pesan antarmakanan Uber] menjadi penting bagi masyarakat di rumah dan restoran," ucap Khosrowshahi.
Sementara itu, pesaing Uber dalam layanan transportasi daring di AS, Lyft juga telah lebih dulu melakukan PHK Karyawan. Lyft mengumumkan telah melakukan PHK karyawan pada akhir April lalu karena pandemi covid-19.
[Gambas:Video CNN]
(jal/sfr)