Bantuan ini merupakan hasil kerja sama antara pemerintah melalui Kementerian Ketenagakerjaan dengan Diaspora Care 'One Family to One Family' atau Diaspora Peduli yang merupakan program dari organisasi Diaspora.
Diaspora adalah Warga Negara Indonesia (WNI) yang bekerja atau menetap di luar negeri. Program ini sengaja dibentuk sebagai kepedulian kepada sesama di tengah tekanan pandemi virus corona atau Covid-19.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Saya berharap 6 juta diaspora yang tersebar di dunia segera berpartisipasi dalam program kemanusiaan lintas batas, lintas negara ini," kata Ida.
Program Diaspora sendiri resmi diluncurkan pada Senin (18/5) kemarin. Pendiri Diaspora Dino Patti Djalal mengatakan program bantuan ini resmi dari hasil donasi para diaspora, sehingga tidak berasal dari keuangan negara.
"Tak ada satu sen pun yang diambil pemerintah maupun Diaspora," jelasnya.
Lebih lanjut Dino mengatakan penyaluran bantuan nantinya akan dilakukan antar keluarga donatur ke penerima. Dengan begitu, hasil donasi tidak disalurkan oleh pemerintah atau Diaspora.
"Semua langsung masuk ke rekening penerima. Setelah itu prosesnya berjalan sendiri. Kalau Diaspora bisa melihat dan memilih langsung keluarga yang akan dibantunya, keluarga ter-PHK," jelasnya.
Kebetulan, BNI memilih enam kantor cabang di luar negeri dan 13 kantor cabang representatif. LOkasinya ada di Singapura, Hong Kong, Tokyo, Seoul, London, dan New York.
"Kami di Indonesia ada 2.000 outlet, juga siap melayani. Kami ingin sukseskanDiaspora Peduli ini untuk kita semua," tandasnya.
[Gambas:Video CNN]
(uli/bir)