"Perkiraan kami juga mengindikasikan (virus corona) juga bisa membawa dunia ke dalam resesi," kata Presiden Bank Dunia David Malpass seperti dilansir AFP, Rabu (20/5).
Agar ancaman tersebut tidak menjadi kenyataan, ia mengatakan Bank Dunia akan menggelontorkan dana bantuan kepada 100 negara. Total bantuan yang disalurkan mencapai US$160 miliar atau setara Rp2,36 kuadriliun selama 15 bulan ke depan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Karena itu, pihaknya mendesak negara maju untuk meningkatkan bantuan ke negara-negara termiskin agar bangkit dari keterpurukan akibat virus corona. Menurut Malpass pemulihan aliran pembayaran remitansi dan pariwisata akan penting untuk kebangkitan perekonomian di negara-negara termiskin yang terdampak pandemi covid-19.
Sebelumnya pada pertengahan April lalu, negara-negara G20 sepakat untuk menangguhkan pembayaran utang selama satu tahun untuk negara-negara termiskin di dunia karena resesi ekonomi yang terjadi akibat covid-19.
[Gambas:Video CNN]
Penundaan pembayaran utang diharapkan bisa meringankan beban negara-negara termiskin tersebut. Malpass pun mengungkapkan 14 negara telah menyetujui penangguhan pembayaran utang, dan 17 negara sedang mempertimbangkan opsi ini.
"Itu merupakan respons yang sangat cepat dan positif terkait komitmen negara-negara G20," ia menuturkan.
(jal/agt)