Telkom Optimis Sambut Skenario 'The New Normal'

Telkom, CNN Indonesia | Kamis, 21/05/2020 14:44 WIB
Telkom (iklan) Telkom menyatakan siap menyambut dan menerapkan 'the new normal'. (Foto: Dok.Telkom)
Jakarta, CNN Indonesia -- Telkom selaku Badan Usaha Milik Negara menyebut siap menyambut skenario 'the new normal'. Hal itu disampaikan oleh Direktur Human Capital Management Edi Witjara selaku pembicara dari sektor jasa dalam webinar bertema Leading Virtually, More Prodctively pada Rabu (20/5).

Menurut Edi, iterasi dan inovasi menjadi kunci upaya monitoring dan review berkelanjutan dari setiap kebijakan.

"Agar produktivitas karyawan tetap terjaga meski dalam kondisi WFH, berbagai tools dan aplikasi disediakan sehingga aktivitas kerja karyawan terbantu menjadi lebih mudah," ujarnya.
Dalam kegiatan daring yang diadakan oleh Kementerian BUMN dengan PT Telkom Indonesia dan McKinsey & Company itu, 223 jajaran direksi dan manajemen puncak dari 104 BUMN di Indonesia mendiskusikan tentang perspektif masing-masing BUMN dalam antisipasi the new normal dan kesiapan yang dilakukan.


Tiga bahasan utama saat itu meliputi bagaimana BUMN bisa kembali normal, bagian apa saja yang harus diubah, dan bagaimana berubah dengan tetap memperhatikan pengalaman pelanggan.

Selain Edi Witjara, hadir pula sebagai pembicara antara lain Direktur Utama KAI Didiek Hartantyo, Wakil Direktur Utama Bank Mandiri Hery Gunardi dan Direktur Produksi & Supply Chain Kimia Farma Andi Prazos, dengan moderator dari McKinsey Indonesia, Phillia Wibowo. Diharapkan, diskusi dapat memberi masukan dan pandangan bagi seluruh pelaku industri agar tetap profuktif di era 'the new normal'.

Ketiga pembicara lain lalu juga berbagi kesiapan yang dilaksanakan di masing-masing lokasi kerja dalam menghadapi skenario 'the new normal'. Direktur Utama KAI Didiek Hartantyo menjelaskan strategi dalam mengalihkan fokus bisnis di layanan pengiriman barang.
Telkom Indonesia(Foto: Telkom Indonesia)
Dari sektor farmasi, Andi Prazos memaparkan penerapan protokol perlindungan karyawan dan pelanggan di Kimia Farma. Sementara Hery Gunardi dari Bank Mandiri menjelaskan pentingnya memahami pelanggan dan pertimbangan untuk menggeser proses bisnis menuju digital.

Deputi Bidang Sumber Daya Manusia Kementerian BUMN, Alex Denni mengingatkan agar setiap BUMN siap mengadopsi the new normal dan bergerak cepat dalam gelombang transformasi.

"Komunikasi adalah kunci yang dapat mempengaruhi organisasi untuk maju ke depan, jangan sampai ada BUMN tertinggal," ujar Alex.

Wakil Menteri BUMN II, Kartika Wirjoatmodjo menegaskan agar BUMN dapat menjawab tantangan baru ini dalam waktu dekat.

"BUMN harus bisa merespons tantangan untuk tumbuh dalam situasi pandemi corona saat ini, serta mendorong kondisi 'new normal' dapat berjalan baik agar segera memulihkan ekonomi," kata Kartika. (rea)