Executive General Manager Bandara Soekarno-Hatta Agus Haryadi mengatakan mereka telah memenuhi kriteria perjalanan dinas, yaitu bekerja pada lembaga pemerintah atau swasta di bidang tertentu sebagaimana diperbolehkan di Surat Edaran Nomor 4 Tahun 2020 tentang Kriteria Pembatasan Perjalanan Orang dalam Rangka Percepatan Penanganan Covid-19.
"Dalam 10 hari terakhir atau pada 10 sampai dengan 19 Mei 2020, penumpang yang berangkat dalam rangka perjalanan dinas di tengah pembatasan penerbangan ini setiap harinya mencapai 60 persen-90 persen dari total penumpang," ujarnya dalam keterangan resmi yang diterima CNNIndonesia.com.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kriteria lainnya adalah penumpang yang membutuhkan pelayanan kesehatan dan WNI yang kembali ke tanah air dengan penerbangan repatriasi, lalu melanjutkan penerbangan ke daerah asal.
Foto: CNNIndonesia/Fajrian |
Keempatnya meliputi checkpoint I untuk verifikasi dokumen perjalanan dan checkpoint II pemeriksaan dokumen dan fisik terkait kesehatan. Lebih lanjut, checkpoint III validasi seluruh dokumen dan persetujuan dari KKP dan checkpoint IV ketika penumpang check in.
Terpisah, Plt. Kepala Dinas Perhubungan Sulawesi Selatan Muhammad Arafah mengatakan ada kenaikan jumlah penumpang yang turun di Bandara Internasional Sultan Hasanuddin menjelang lebaran.
Ratusan penumpang itu, katanya, berasal dari Jakarta ataupun Surabaya dengan menggunakan empat maskapai penerbangan, yakni Garuda Indonesia, Citylink, Sriwijaya Air, dan Lion Air.
Dia berdalih seluruh penumpang tentunya sudah melakukan atau memenuhi sejumlah persyaratan ketat yang diterapkan Kementerian Perhubungan dan Tim Gugus Tugas Covid-19.
Foto: CNNIndonesia/Basith Subastian |
Diketahui, SE nomor 4 Tahun 2020 berisi sejumlah kriteria pengecualian atau orang yang boleh melakukan perjalanan. Misalnya, warga yang bekerja pada lembaga pemerintah atau swasta di bidang pelayanan percepatan penanganan Covid-19.
SE ini terbit sejalan dengan seruan pelonggaran PSBB yang digaungkan sejumlah pejabat.
"Kalau dilonggarkan, apapun alasannya kalau sekarang pada sektor mana pun tetap akan meningkatkan probabilitas [terkena Corona]," katanya.
(ulf/antara/arh)
Foto: CNNIndonesia/Fajrian
Foto: CNNIndonesia/Basith Subastian