Hitung punya hitung, berarti Pos Indonesia telah mencairkan Rp2,76 triliun dana BLT kepada keluarga yang terdampak pandemi virus corona.
BUMN bidang logistik itu menargetkan mengalokasikan BLT kepada 8,3 juta keluarga.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ia juga tak menutup kemungkinan akan ada sebagian masyarakat yang menerima bantuan setelah lebaran, terutama di kluster 3 atau daerah pelosok.
Sebab, ia menyebut berbagai kendala seperti sulitnya mendatangi penerima kluster 3 menghambat proses penyaluran BLT. Transportasi khusus, seperti kapal bahkan pesawat pun disiapkan demi memastikan keluarga penerima manfaat (KPM) menerima bansos Pemerintahan Presiden Joko Widodo (Jokowi) tersebut.
Kendala lainnya, yaitu verifikasi data penerima yang terkadang tak sinkron antara Kementerian Sosial dan Pemerintah Daerah (Pemda) setempat. Ia bilang seringkali pihaknya harus menjadwal ulang jika data yang ada tak sinkron.
"Hambatan bervariasi, dari kesulitan mencapai tempat tertentu, verifikasi data, juga kebijakan social distancing (jaga jarak)," imbuh dia.
Opsi ini dinilai lebih efisien ketimbang mendatangi penerima dari pintu ke pintu (door to door) yang memakan waktu. Namun, ia mengaku penumpukan warga sempat terjadi akibat penjadwalan yang bersamaan untuk KPM beberapa RT/RW sekaligus.
"Sempat ada penumpukan tapi kami belajar dari kejadian itu untuk koordinasi lebih baik dengan pemda setempat," tandasnya.
[Gambas:Video CNN]
(wel/bir)