Mengutip Antara, Sabtu (23/5) pagi, minyak mentah Brent untuk pengiriman Juli turun US$0,93 per barel atau 2,6 persen menjadi US$35,13 per barel. Sementara, harga minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) melorot US$0,67 atau 2 persen menjadi US$33,25 per barel.
Selain perang dagang, investor juga mengkhawatirkan permintaan bahan bakar pulih dari krisis virus corona. Permintaan bahan bakar anjlok dalam beberapa bulan terakhir karena kebijakan social distancing (jaga jarak) dan penutupan wilayah beberapa negara. Minyak baru mendaki setelah lockdown dilonggarkan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
menarik perhatian dan reaksi sangat kuat dari Amerika Serikat.
Dalam sepekan ini, Brent dan WTI masing-masing naik 8 persen dan 13 persen, setelah sempat terjungkal hingga minus beberapa waktu lalu. Meski tren naik, sejumlah analis pesimis kenaikannya dapat bertahan lama.
"Gelombang kedua virus corona bukan kemungkinan yang jauh. Babak baru penguncian wilayah dapat membuat harga minyak tersungkur kembali, bahkan ke tingkat yang jauh lebih rendah dan sangat cepat," terang Analis Rystad Energy Paola Rodriguez Masiu.
Jumlah rig AS, indikator produksi yang akan datang, turun 21 rig ke rekor terendah 318 rig minggu ini, menurut data perusahaan jasa energi Baker Hughes Co, data kembali ke tahun 1940.
Sementara itu, sebagai tanda berkurangnya kelebihan pasokan, persediaan minyak mentah AS turun minggu lalu.
[Gambas:Video CNN]
(bir)