Walau ramai, tidak terlihat adanya kepadatan antara pengunjung pasar. Sayangnya, banyak dari penjual dan pembeli yang tak mengenakan masker sebagai upaya pencegahan penularan virus corona.
Sudut-sudut pasar juga terpantau bersih, hanya beberapa titik yang terlihat becek.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Saya jualan habis Subuh, sekitar jam 04.00. (Selama puasa), saya (jualan) setengah hari, sampai jam 13.00. Kalo hari biasa, (jualan) sampai jam 16.00," kata Rahmawati.
Lihat juga:Sehari Jelang Lebaran, Warga Padati Pasar |
Selama bulan puasa harga dagangannya mengalami kenaikan, dikarenakan ia harus mengupah pekerja untuk menggantikan pekerja sebelumnya yang pulang kampung untuk Lebaran.
"Udang saya jual Rp70 ribu per kilo, ukurannya besar. Kalo hari biasa (di luar bulan puasa), saya jual udang Rp60 ribu per kilo, ukurannya lebih kecil," terang Rahmawati.
Situasi Pasar Asembagus pada hari Sabtu (23/5) terpantau ramai. (CNNIndonesia/Annisa Rhamadani) |
Dia mengatakan wabah Covid-19 tidak memengaruhi pendapatannya. Selama berjualan ia mengikuti anjuran pemerintah untuk rutin mencuci tangan dan menjaga jarak dengan pembeli.
Sebelumnya pemerintah daerah sempat memberi larangan untuk berjualan, namun larangan itu ditolak oleh para pedagang Pasar Asembagus.
"Ada (larangan), tapi pedagang di sini enggak mau. Soalnya pedagang sapi kan banyak yang nyembelih (daging), kasian kan kalo ditutup. Bulan ini (dikabarin) kalo disuruh tutup, tapi kita nggak mau. Soalnya di sini kan nggak ada yang kena corona," kata Rahmawati.
Suami Rahmawati, Kusni mengatakan, pemerintah daerah sempat melakukan penyemprotan disinfektan namun hanya dilakukan satu kali.
"(Saya) tau sempat disemprot disinfektan, pas puasa baru dapat 1 minggu mungkin. Setelah itu, nggak ada lagi," kata Kusni.
Namun, Kusni mengatakan pihak pengelola pasar rutin membersihkan selokan air dua kali dalam seminggu.
Dilansir dari akun Instagram resmi Pemerintah Kabupaten Situbondo, @situbondokab, angka positif Covid-19 sebanyak 12 orang, di mana 1 orang dalam perawatan, 1 orang lainnya melakukan isolasi mandiri, dan 11 orang dinyatakan sembuh.
Situasi Pasar Asembagus pada hari Sabtu (23/5) terpantau ramai. (CNNIndonesia/Annisa Rhamadani)