Penundaan tersebut merupakan yang kedua. Pada awal Mei lalu PMO program tersebut juga memutuskan menunda pendaftaran peserta Kartu Prakerja gelombang IV.
Lalu apa alasannya sampai penundaan dilakukan sampai dua kali?
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Alasan lain, kata Panji, juga karena PMO ingin membenahi administrasi yang belum selesai (back log). Sebab PMO mencatat ada 456.265 peserta di program Kartu Prakerja gelombang pertama dan kedua.
Kendati begitu, baru 360.650 peserta yang melakukan pembelian kelas pelatihan. Sementara sisanya, 95.615 peserta belum. Hal ini membuat jumlah peserta yang menyelesaikan kelas pelatihan pertama baru mencapai 219.489 peserta.
Secara total, baru 51.255 peserta yang baru mendapatkan transfer insentif bulan pertama sebesar Rp600 ribu per peserta. "Jadi ada back log dalam pelaksanaannya, ada yang belum selesai di masing-masing tahapan," imbuhnya.
"Kami ingin selesaikan back log ini dulu. Karena kalau back log ini belum terselesaikan tapi sudah ditambah lagi nanti akan tambah beban dan buat lambat proses," jelasnya.
Lalu, untuk yang kedua, penundaan dilakukan karena PMO ingin mengevaluasi proses pendaftaran. Komite Cipta Kerja masih mengevaluasi proses pendaftaran, seleksi dan penetapan peserta dengan mempertimbangkan masukan dari lembaga pengawas pemerintah," katanya kepada CNNIndonesia.com, Selasa (26/5).
Ia belum memastikan kapan evaluasi akan selesai dilakukan dan pendaftaran akan dibuka kembali. "Insya Allah kalau sudah ditetapkan, saya akan umumkan," katanya.
[Gambas:Video CNN]
(hrf/agt)