Menteri Desa (Mendes) PDTT Abdul Halim Iskandar mengatakan implementasinya akan menunggu perkembangan kasus covid-19 di Indonesia dan keputusan Presiden Joko Widodo (Jokowi).
"Jadi untuk yang tiga bulan berikutnya dengan alokasi Rp300 ribu per bulan belum diputuskan secara pasti," ujarnya dalam video conference, Rabu (27/5).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Per 26 Mei lalu, penyaluran BLT Dana Desa mencapai Rp2,99 triliun. Dana itu diberikan kepada 4,99 juta Keluarga Penerima Manfaat (KPM) yang tersebar di 47.030 desa.
Namun, sebanyak 38 kabupaten kota belum menyalurkan BLT Dana Desa. Sementara itu, 109 kabupaten kota telah menyalurkan BLT Dana Desa sepenuhnya. Kemudian, 138 kabupaten kota telah mendistribusikan 75 persen-99 persen BLT Dana Desa dan 55 kabupaten kota sebanyak 50 persen-74 persen. Lebih lanjut, 94 kabupaten kota baru menyalurkan 1 persen-49 persen BLT Dana Desa.
[Gambas:Video CNN]
Seperti diketahui, pemerintah membagikan BLT yang bersumber dari Dana Desa sebesar Rp600 ribu per bulan selama 3 bulan, sehingga totalnya mencapai Rp1,8 juta.
BLT berasal dari Dana Desa yang sebelumnya digunakan untuk pembangunan infrastruktur, seperti jalan dan jembatan. Ada sejumlah syarat untuk bisa memperoleh BLT Dana Desa. Mereka yang bisa mendapatkan BLT harus sudah terdata oleh RT atau RW tempat tinggal masing-masing. Masyarakat yang masuk pendataan adalah mereka yang kehilangan mata pencaharian akibat pandemi covid-19.