"Dua BUMN ini kami minta kalau bisa disertakan dan Alhamdulillah Menteri Keuangan (Sri Mulyani) dan Menteri BUMN (Erick Thohir) secara prinsip tidak masalah," ungkap Edhy dalam video conference, Kamis (28/5).
Namun, ia bilang Sri Mulyani meminta proposal terlebih dahulu terkait penggunaan dana Rp500 miliar tersebut. Setelah itu, proses penyaluran PMN akan diproses oleh Kementerian Keuangan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Ini banyak masukan dari pelaku usaha. Mereka usul bagaimana kalau tambak udang bisa dijadikan sebagai agunan karena secara prinsip ini memiliki nilai produksi dan kalau ini bisa dilakukan beban mereka lebih ringan," ucap Edhy.
Tak hanya itu, ia juga meminta tambahan anggaran sebesar Rp1,24 triliun tahun ini. Dana itu akan digunakan untuk memberikan stimulus bagi nelayan di tengah penyebaran virus corona.
[Gambas:Video CNN]
Edhy merinci sebagian besar dana atau senilai Rp413,27 miliar akan digunakan untuk memberikan bantuan untuk nelayan. Lalu, untuk pembudidaya Rp406,55 miliar, bantuan pengelola dan pemasaran Rp36,07 miliar, dan bantuan petambak garam Rp54,1 miliar.
Selanjutnya untuk pengawasan sumber daya perikanan dan mengawasi kapal pencuri asing Rp106,48 miliar, serta pengawasan dan audit internal Rp8 miliar.
"Kami usulkan stimulus anggaran kegiatan APBN 2020 dalam rangka penguatan nelayan tangkap dan budidaya," pungkas dia.