Kemudian dilanjutkan dengan tinjauan lapangan yang komprehensif hingga selesai pada April 2020. Tinjauan tersebut mencakup semua aspek subsurface dan surface, serta pengembangan lapangan.
Hasilnya, perusahaan migas asal Singapura itu menemukan volume sumber daya lebih tinggi dari prediksi sebelumnya. Selain itu, mereka juga menemukan potensi produksi harian lebih tinggi untuk dry gas berkualitas tinggi.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
CEO Conrad Petroleum Ltd Miltos Xynogalas mengatakan hasil audit GCA sangat memuaskan. "Tidak hanya karena mereka mengkonfirmasi sumber daya besar dari lapangan Mako, tetapi juga karena mereka mendukung pekerjaan teknis berkualitas tinggi yang dilakukan oleh Conrad. Selama tiga tahun terakhir, kami mengebor tiga sumur yang sukses dan melakukan berbagai studi teknis yang ketat," katanya.
Sementara itu, Executive Chairman Conrad David Johnson mengatakan lapangan gas Mako memiliki potensi untuk mengirimkan gas domestik sesuai harapan pemerintah Indonesia. Tak hanya itu, Mako diyakini mampu memenuhi kebutuhan gas pipa dari pasar Singapura.
"Kami menantikan pengembangan pasar domestik Indonesia untuk gas Natuna Barat dan bersemangat untuk bekerja dengan Singapura untuk memperluas kemitraan yang bermanfaat antara produsen Natuna Barat yang berbasis di Indonesia dan pengguna gas yang berbasis di Singapura," ucapnya.
[Gambas:Video CNN]
(ulf/agt)