Selain itu, pelibatan juga dilakukan karena karena proses pengerjaan kereta api cepat Jakarta-Bandung yang melibatkan konsorsium China mengalami keterlambatan selama satu tahun. Semua ini, kata Airlangga, adalah laporan dari Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN).
"Oleh karena itu arahan Presiden (Jokowi) agar lebih ekonomis untuk didorong kelanjutan proyek tidak hanya berhenti di Bandung tapi sampai Surabaya dan diusulkan agar konsorsium ditambah Jepang," ucap Airlangga dalam video conference, Jumat (29/5).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Lahan sebenarnya tinggal sedikit lagi, tidak sampai 1 persen. Itu ada di Bandung, di pinggir tol," terang Chandra.
Sementara, Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi sempat menyinggung bahwa pengerjaan proyek kereta api cepat Jakarta-Bandung memang akan diperluas sampai ke Surabaya lewat jalur selatan. Dengan demikian, transportasi itu bisa memenuhi kebutuhan penduduk di Jawa bagian selatan.
[Gambas:Video CNN]
"Kalau proyek kereta cepat Jakarta-Bandung ini sukses, maka sesuai rencana awal akan bisa berlanjut sampai Surabaya melalui jalur selatan Pulau Jawa," katanya.
Budi mengatakan pemerintah ingin mengakomodasi alternatif transportasi darat bagi masyarakat di Jawa bagian selatan seperti Garut, Tasikmalaya, Purwokerto, Yogyakarta, hingga Solo. Dengan kata lain, ada banyak pilihan moda transportasi bagi warga di Jawa bagian selatan.
(aud/agt)