"Hingga 30 Mei 2020 jumlah yang mengikuti 31,36 juta jiwa. Dengan mempertimbangkan ini adalah sensus online di Indonesia yang pertama kali, hasil ini membuktikan bahwa kepedulian masyarakat sangat luar biasa," ungkap Kepala BPS Suhariyanto, Selasa (2/6).
Ia menyatakan total penduduk Indonesia yang tercatat di Indonesia saat ini sebanyak 270 juta orang. Ini artinya, total masyarakat yang mengikuti sensus penduduk online setara dengan 19 persen dari total masyarakat.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Lihat juga:181 Pilot Garuda Indonesia di-PHK |
Dengan demikian, tak ada proses wawancara yang akan dilakukan oleh petugas BPS dengan masyarakat selama melakukan proses sensus penduduk. Masyarakat hanya diminta untuk mengisi kuisioner yang nantinya akan langsung diambil oleh petugas sensus.
"Sehingga penduduk yang belum melalukan sensus online kami harapkan betul-betul pada September 2020 nanti bersama-sama mencatat atau mengisi kuisioner," katanya.
[Gambas:Video CNN]
Ia menambahkan BPS pada awalnya berencana merekrut petugas baru hingga 400 ribu orang. Namun, karena anggaran BPS dipangkas hingga 43 persen di tengah pandemi virus corona, maka jumlah petugas yang akan direkrut berkurang menjadi hanya 247 ribu orang.
"Kemudian karena ada efisiensi pelatihannya nanti tidak dilakukan tatap muka, tapi video conference sekaligus untuk menerapkan protokol kesehatan. Dengan ada virus corona kami harus betul-betul ubah," pungkas Suhariyanto. (aud/agt)