Penguatan juga terjadi pada mata uang lainnya di Asia. Tercatat, yen Jepang menguat sebesar 0,16 persen, ringgit Malaysia 0,35 persen, dolar Singapura 0,19 persen, won Korea Selatan 0,71 persen, dan peso Filipina 0,26 persen.
Senada, pergerakan mata uang di negara maju juga terpantau bergerak menguat. Tercatat, poundsterling Inggris menguat 0,24 persen, dolar Kanada 0,08 persen, dan dolar Australia 0,62 persen.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Di samping itu, pasar juga terus mencermati ketegangan hubungan AS dan China. Jika semakin panas, maka dampaknya akan buruk terhadap perekonomian AS.
Ariston menyebut seluruh sentimen ini akan membawa angin segar bagi nilai tukar rupiah. Makanya, rupiah diproyeksi betah bergerak di area Rp14 ribu per dolar AS.
"Rupiah berpotensi menguat ke kisaran support Rp14.300 per dolar AS dengan potensi resistance di kisaran Rp14.480 per dolar AS," pungkas Ariston.
[Gambas:Video CNN]
(aud/sfr)