Pemerintah Gelontorkan Rp52,57 T Bantu 12 BUMN

CNN Indonesia | Rabu, 03/06/2020 14:30 WIB
Nilai tukar rupiah di pasar spot ditutup menguat 195 poin atau 1,33 persen ke level Rp14.415 per dolar AS pada akhir perdagangan hari ini.
Sementara itu, indeks dolar AS terpantau menguat 0,039 poin atau 0,04 persen ke level 97,869 pada pukul 14.53 WIB. Pemerintah menggelontorkan dana sebesar Rp52,57 triliun kepada 12 BUMN di tengah pandemi virus corona.(CNN Indonesia/Andry Novelino).
Jakarta, CNN Indonesia -- Pemerintah menggelontorkan dana sebesar Rp52,57 triliun kepada 12 Badan Usaha Milik Negara (BUMN). Dana itu merupakan bagian dari program pemulihan ekonomi nasional (PEN) yang dirancang pemerintah di tengah pandemi virus corona.

Menteri Keuangan Sri Mulyani menjelaskan dana itu diberikan dengan berbagai skema, seperti dana talangan, penyertaan modal negara (PMN), dan pembayaran piutang pemerintah yang selama ini belum dibayarkan. Salah satu BUMN yang mendapatkan bantuan adalah PT PLN (Persero).

"PLN akan mendapatkan tambahan untuk subsidi diskon listrik yang diperpanjang, penyetaan modal negara, dan pembayaran kompensasi dari piutang pemerintah yang akan dibayarkan sebesar Rp45,4 triliun," ungkap Sri Mulyani dalam video conference, Rabu (3/6).


Selain itu, pemerintah menaikkan PMN untuk PT Hutama Karya (Persero) sebesar Rp7,5 triliun. Alhasil, total PMN yang akan diberikan kepada Hutama Karya tahun ini sebesar Rp11 triliun dari sebelumnya yang hanya Rp3,5 triliun.

"Hutama Karya ini untuk penyelesaian jalan tol di Sumatra," imbuh Sri Mulyani.

Sementara, PT Kereta Api Indonesia (Persero) atau KAI akan mendapatkan dana talangan sebesar Rp3,5 triliun. Sri Mulyani menyebut dana talangan diberikan karena jumlah penumpang turun drastis akibat penyebaran virus corona.

Selanjutnya, pemerintah juga akan memberikan PMN kepada PT Bahana Pembinaan Usaha Indonesia (Persero) atau BPUI sebesar Rp6 triliun. Pemberian PMN ini berkaitan dengan program penjaminan kredit modal kerja darurat kepada PT Jaminan Kredit Indonesia (Persero) atau Jamkrindo dan PT Asuransi Kredit Indonesia (Persero) atau Askrindo.

"Ada PMN non tunai juga (untuk BPUI) sebesar Rp268 miliar," kata Sri Mulyani.

Bantuan lainnya juga akan diberikan kepada grup holding PT Perkebunan Nusantara (Persero) atau PTPN. Namun, Sri Mulyani tak menjelaskan jumlah dana yang diberikan.

Lalu, ada pula PMN untuk PT Permodalan Nasional Madani (Persero) atau PNM sebesar Rp2,5 triliun. Angkanya naik dari alokasi awal yang hanya Rp1 triliun.

"Ini diharapkan dapat meningkatkan kapasitas dalam memberikan dukungan kepada usaha ultra mikro di bawah Rp10 juta," jelas Sri Mulyani.

Selanjutnya, pemerintah mengalokasikan dana sebesar Rp650 miliar untuk Perum Pembangunan Perumahan Nasional atau Perum Perumnas,  PT Pengembangan Pariwisata Indonesia (Persero) atau ITDC sebesar Rp500 mililar, dan Perum Bulog Rp10,5 triliun.

"Bulog karena mendukung operasi dari bantuan sosial akan mendapat penyaluran sebesar R10,5 triliun," ucap Sri Mulyani.

Lalu, pemerintah juga akan menyiapkan dana talangan untuk PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk dan PT Krakatau Steel (Persero) Tbk di tengah pandemi virus corona. Hanya saja, Sri Mulyani tak merinci besaran dana talangan yang akan diberikan.

"Garuda Indonesia dan Krakatau Steel yang diberikan dana talangan. Menteri BUMN (Erick Thohir) masih akan melakukan lagi skema paling baik untuk mendukung dua BUMN tersebut," ujarnya.

Sri Mulyani menegaskan pemerintah telah melakukan perhitungan rinci sebelum memberikan bantuan dana kepada BUMN. Ia telah melakukan koordinasi dengan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto, Erick Thohir, dan kementerian/lembaga (k/l) lain terkait kebijakan ini.

"Untuk dukungan BUMN ini adalah mereka yang terkena dampak virus corona, baik dari sisi permintaan, pasokan, finansial, dan operasional mereka. Kegiatan drop karena pembatasan sosial berskala besar (PSBB)," pungkas Sri Mulyani.   

[Gambas:Video CNN]

(aud/age)