"Lalu lintas udara di dunia macet dalam beberapa bulan terakhir. Situasi ini memengaruhi hasil kuartalan kami ke tingkat yang belum pernah terjadi sebelumnya," ujar Chief Executive Lufthansa Carsten Spohr seperti dilansir AFP, Rabu (3/6).
"Mengingat pemulihan permintaan yang sangat lambat, kami harus mengambil langkah-langkah restrukturisasi yang besar untuk mengatasi ini."
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dewan pengawas maskapai Lufthansa sendiri telah menyetujui dana talangan atau bailout sembilan miliar euro (Rp 146 triliun) dari Pemerintah Jerman. Dewan pengawas meminta para pemegang saham mendukung perjanjian ini yang akan dilakukan secara virtual pada 25 Juni mendatang.
Selain Lufthansa, maskapai lainnya juga tengah mengajukan permintaan bantuan pada pemerintah agar terhindar dari kebangkrutan. Mulai dari maskapai Prancis-Belanda Air France-KLM hingga maskapai penerbangan Amerika Serikat ; American Airlines, United Airlines dan, Delta Air Lines.
[Gambas:Video CNN]
(jal/bir)