Namun, belum diketahui berapa banyak karyawan Susi Air yang sudah dirumahkan dan di-PHK. Hal ini diungkapkan Susi melalui akun Twiter pribadinya, @susipudjiastuti pada Kamis (4/6).
[Gambas:Twitter]
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Susi pun mengaku telah melakukan hal serupa. Ia mengungkapkan mau tidak mau mengambil kebijakan yang sama dengan manajemen Garuda lantaran operasional penerbangan Susi Air terhenti hampir 99 persen.
Ia juga mengatakan kebijakan ini merupakan murni imbas dari pandemi corona. Sebab, wabah mengubah seluruh tatanan bisnis di berbagai sektor, khususnya penerbangan.
"Covid-19 telah mengubah tatanan business penerbangan. Semua kena dampak tanpa kecuali," imbuhnya.
Sebelumnya, Ketua Asosiasi Pilot Garuda (APG) Capt Bintang Muzaini menyebut 181 pilot Garuda Indonesia terkena PHK per 1 Juni 2020. Menurutnya, PHK dilakukan secara mendadak dan tak sesuai dengan kontrak kerja. sehingga asosiasi menyampaikan keberatannya ke perusahaan.
"Cuma 3 kali 24 jam pemberitahuannya dan di hari libur panjang Sabtu, Minggu, Senin. Yang seharusnya ada di kontrak sepengetahuan kami itu paling 30 hari atau ada yang lebih ada yang sampai 90 hari, itu juga yang tidak sesuai dengan peraturan perundang-undangan," tambahnya.
Ia menambahkan PHK di Garuda tak hanya menyasar pilot baru atau junior. PHK juga menyasar pilot senior dengan pengalaman jam terbang lebih panjang.
Padahal menurutnya, pilot-pilot tersebut masih layak terbang dan mendukung operasional perusahaan jelang masa normal. "Justru itu yang senior- senior semua, pilot terbaik kami," katanya.
[Gambas:Video CNN]
(uli/bir)