Mengutip Antara, Jumat (5/6), minyak mentah berjangka Brent untuk pengiriman Agustus naik 20 sen menjadi US$39,99 per barel di London ICE Futures Exchange.
Sedangkan, minyak mentah berjangka West Texas Intermediate (WTI) untuk pengiriman Juli naik 12 sen menjadi US$37,41 per barel di New York Mercantile Exchange.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Presiden Ritterbusch and Associates Jim Ritterbusch menyebut OPEC berada dalam posisi sulit dan akan dibenci terlepas dari keputusan yang dilakukan akibat perbedaan keputusan kedua kubu produsen minyak dunia.
"Setiap keputusan untuk membatalkan perpanjangan pemotongan saat ini akan dengan mudah memicu penjualan jangka pendek, sementara perjanjian untuk memperpanjang pemotongan di luar bulan depan akan memiliki implikasi bearish jangka panjang karena penyesuaian naik untuk perkiraan produksi serpih kuartal ketiga kemungkinan akan diperlukan," ucapnya.
[Gambas:Video CNN]
Kekhawatiran akan kebangkitan produksi serpih AS yang telah menunjukkan tanda-tanda kebangkitan merupakan alasan Moskow mendukung pemangkasan yang diperpanjang hingga Juli. Sumber menyebut Russia tak mau memperpanjang pemangkasan lebih lama lagi.
Sementara, data pemerintah AS per Rabu (3/6) menunjukkan peningkatan besar dalam persediaan bahan bakar karena permintaan yang terganggu oleh pandemi virus corona. (wel/sfr)