Harga Emas Antam Menguat Tipis ke Rp888 Ribu per Gram

CNN Indonesia | Jumat, 05/06/2020 09:30 WIB
Petugas memperlihatkan emas batangan 100 gram di sebuah gerai toko emas di Malang, Jawa Timur, Selasa (24/11). Turunnya harga emas batangan terutama emas lokal dari Rp525.000 menjadi Rp475.000 per gram sejak tiga minggu terakhir menyebabkan pembelian emas batangan untuk investasi meningkat hingga tiga kali lipat. ANTARA FOTO/Ari Bowo Sucipto/kye/15. Harga emas Antam menguat ke Rp888 ribu per gram pada perdagangan Jumat (5/6) pagi. Ilustrasi. (ANTARA FOTO/Ari Bowo Sucipto).
Jakarta, CNN Indonesia -- Harga jual emas PT Aneka Tambang (Persero) Tbk atau Antam berada di posisi Rp888 ribu per gram pada Jumat (5/6) atau naik Rp1.000 per gram dari Rp887 ribu per gram pada perdagangan sebelumnya. Begitu pula dengan harga pembelian kembali (buyback) yang meningkat Rp2 ribu per gram menjadi Rp778 ribu per gram.

Berdasarkan data Antam, harga jual emas berukuran 0,5 gram senilai Rp474 ribu, 2 gram Rp1,71 juta, 3 gram Rp2,54 juta, 5 gram Rp4,22 juta, 10 gram Rp8,37 juta, 25 gram Rp20,81 juta, dan 50 gram Rp41,54 juta. Kemudian, harga emas berukuran 100 gram senilai Rp83,01 juta, 250 gram Rp207,26 juta, 500 gram Rp414,32 juta, dan 1 kilogram Rp828,6 juta.

Harga jual emas tersebut sudah termasuk Pajak Penghasilan (PPh) 22 atas emas batangan sebesar 0,45 persen bagi pemegang Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP). Bagi pembeli yang tidak menyertakan NPWP memperoleh potongan pajak lebih tinggi sebesar 0,9 persen.


Sementara harga emas di perdagangan internasional berdasarkan acuan pasar Commodity Exchange COMEX berada di posisi US$1.718,8 per troy ons atau turun 0,5 persen. Begitu juga dengan harga emas di perdagangan spot yang melemah 0,09 persen ke US$1.712,54 per troy ons pada pagi ini.

Analis sekaligus Kepala Riset Monex Investindo Ariston Tjendra menjelaskan sejumlah investor masih berminat untuk menempatkan dananya di aset aman, seperti emas. Dengan demikian, harga emas masih berpotensi naik pada akhir pekan.

"Pasar masih melihat risiko melambatnya ekonomi karena penyebaran virus corona dan potensi perang dagang antara Amerika Serikat dan China yang membuat pelaku pasar masih mempertahankan aset aman emas dalam portofolionya," ungkap Ariston kepada CNNIndonesia.com, Jumat (5/6).

Namun, sebagian besar pelaku pasar mulai kembali ke aset berisiko untuk mencari keuntungan yang lebih tinggi. Makanya, penguatan harga emas diramalkan tak signifikan.

"Potensi kisaran pergerakan harga emas hari ini sebesar US$1.700 per troy ons sampai US$1.740 per troy ons," kata Ariston.

[Gambas:Video CNN]

(aud/sfr)