Imbas Corona, BKPM Bakal Pangkas Target Realisasi Investasi

cnn, CNN Indonesia | Jumat, 05/06/2020 11:56 WIB
Logo Badan Koordinasi Penanaman Modal  (BKPM), Jakarta, Rabu, 1 April 2015. CNN Indonesia/Adhi Wicaksono. Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) akan merevisi target realisasi investasi lantaran capaian realisasi investasi kuartal II 2020 dipastikan di tengah pandemi covid-19. (Adhi Wicaksono/CNNIndonesia).
Jakarta, CNN Indonesia -- Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) akan merevisi target realisasi investasi lantaran capaian kuartal II 2020 dipastikan turun usai dihantam pandemi covid-19.

Kepala BKPM Bahlil Lahadalia mengatakan akan terus berkonsolidasi untuk mendorong realisasi investasi.

"Pemerintah saat ini belum bisa menentukan kapan pandemi covid-19 akan berlalu. Kami harus melakukan penyesuaian dengan keadaan ini. BKPM akan melakukan revisi target realisasi investasi kuartal II 2020 ini," ujar Bahlil dikutip dari Antara, Jumat (5/6).


Bahlil menambahkan dengan kondisi saat ini, semua harus melakukan hal-hal di luar kelaziman.

"Presiden Jokowi sudah sampaikan bahwa saat ini ekonomi turun, banyak orang kehilangan pekerjaan. Solusi untuk menciptakan lapangan kerja yaitu melalui investasi," tambahnya.

Bahlil juga menyampaikan terima kasih kepada DPMPTSP Provinsi atas pencapaian realisasi investasi kuartal I 2020 dan tidak lupa mengingatkan persiapan realisasi investasi triwulan II tahun 2020 yang akan dilakukan bulan depan.

"Saya juga ucapkan terima kasih atas kerja kerasnya dalam menyukseskan realisasi investasi triwulan I 2020 lalu yang mencapai Rp210,7 triliun atau tumbuh 8 persen dibandingkan tahun lalu," katanya.

Para Kepala DPMPTSP Provinsi pun memaparkan perkembangan investasi semasa pandemi covid-19 dari masing-masing daerah.

Kegiatan fasilitasi investor dan memproses perizinan juga tetap berjalan untuk menjaga produktivitas kerja, tentunya dengan penerapan protokol kesehatan.

"Dalam kondisi ini, kami telah menerapkan tatanan normal baru produktif, mengacu pada Surat Edaran dari Menteri Kesehatan dan Menteri Dalam Negeri. Terkait OSS, kami harap akan ada arahan lebih lanjut dari pemerintah pusat, khususnya terkait implementasi setelah adanya Omnibus Law," kata Kepala DPMPTSP Provinsi Sulawesi Tengah Christina Shandra Tobondro.

Sementara Kepala DPMPTSP Provinsi Kepulauan Riau Syamsuardi mengaku tetap optimistis di masa pandemi ini meski ada tantangan, khususnya menjelang realisasi investasi kuartal II 2020.

"Banyak perusahaan yang belum sadar akan kewajiban mengisi LKPM (Laporan Kegiatan Penanaman Modal). Kalau kesadaran meningkat, akan membantu capaian realisasi investasi. Bagaimana pun juga, saya tetap optimis investasi jalan terus." ujar Syamsuardi.

[Gambas:Video CNN]


(age/sfr)